Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Berbakti Kepada Orang Tua yang Lari dari Kewajibannya

Keluarga Dakwah - Berbakti Kepada Orang Tua yang Lari dari Kewajibannya Soal: Seorang lelaki menceraikan istrinya ketika hamil. Setelah melahirkan, Allah berikan rezeki kepada sang Ibu sehingga ia merawat anaknya, mendidiknya dan membesarkannya hingga sang anak menikah, tanpa sepeser pun bantuan dari bapak sang anak tersebut. Apakah sang anak tetap wajib berbuat baik kepada ayah kandungnya dan berbakti kepadanya? Padahal ia tidak pernah merawat sang anak dan sang anak tidak pernah merasakan kehangatan seorang ayah di sisinya. Jawab: Iya, tetap wajib bagi seorang anak untuk menunaikan hak orang tuanya. Walaupun sang orang tua lalai dalam pemenuhan kewajibannya berupa pendidikan dan nafkah. Karena anak maupun orang tua memiliki hak yang wajib ditunaikan kepada satu-sama-lain. Jika orang tua lalai dalam pemenuhan hak terhadap anak, maka ia berdosa. Namun ini tidak mengugurkan pemenuhan hak orang tua dari sang anak, yaitu dengan berbakti kepadanya dan berbuat baik kepadanya. Dan hendaknya ...

Rutin Membaca Surat Al-Baqarah di Rumah

Keluarga Dakwah - Membaca surat al-baqorah dirumah dapat mengusir setan. Banyak hadits-hadits Rasulullah yang menerangkannya. Di antaranya:  Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan! Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah”. (Hadist Shahih Riwayat Muslim, cet.Abdul Baqi, 1/539) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah surat Al-Baqarah di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya setan itu tidak masuk ke dalam rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah”. (Hadits Shahih Riwayat Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, 1/561; dan dalam Shahihul Jami ‘, hadits no.1170) Tentang keutamaan dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah serta pengaruh membacanya bagi rumah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menulis suatu kitab sebelum Ia menciptakan langit dan bumi sekitar 2000 tahun, Ia berada di atas Arsy, dan menurunkan dua ayat p...

Perpisahan Suami Istri

Keluarga Dakwah - Dalam sejarah kita dapatkan perpisahan antara suami istri dengan beragam cara yang Alloh takdirkan Ada yang Alloh pisahkan lewat perceraian, inilah yang dialami Ismail alaihissalam dan ibnu Umar rodliyallohu anhu Ada yang Alloh pisahkan lewat kematian suu’ul khotimah inilah yang dialami oleh istri Nuh dan Luth alaihissalam ضَرَبَ الله مَثَلاً للَّذِيْنَ كَفَرُوْا امْرَأةَ نُوْحٍ وَامْرَأةَ لُوْطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ الله شَيْأً وَقِيْلَ ادْخُلاَ النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِيْنَ Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), Maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah dan dikatakan (kepada keduanya): “Masuklah ke dalam Jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)”...

Anjuran Nama Anak dengan Satu Kata

Keluarga Dakwah - Dianjurkan memberi nama anak itu mufrad (satu kata) atau idhafah (bentuk penyandaran). Nama anak yang terdiri dari satu kata, contohnya “Yusuf” saja, sedangkan yang berbentuk idhafah (bentuk penyandaran), contohnya “Abdurrahman”. Demikianlah kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam menamai anak. Beberapa contoh nama mereka, yaitu Muhammad, Abu Bakar (nama aslinya ‘Abdullah), ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Abu Hurairah (nama aslinya ‘Abdurrahman), Thalhah, ‘Ukasyah, Hudzaifah, Qatadah, Sufyan, Abdurrahman, Hanzhalah, dll. Demikian juga kebiasaan para ulama salaf, di antaranya Imam asy-Syafi’i (nama aslinya Muhammad), Imam Ahmad (bin Hambal), Imam Malik (bin Anas), Abu Hanifah (nama aslinya Nu’man), al-Bukhari (nama aslinya Muhammad), an-Nawawi (nama aslinya Yahya), Ibnu Hajar (nama aslinya Ahmad), Ibnu Taimiyah (nama aslinya Ahmad), Ibnul Qayyim (nama aslinya Muhammad), dst. Perhatikanlah, maka kita dapati nama-nama mereka hanya terdiri dari sat...

Posisi Tidur Suami Istri Sesuai Sunnah

Keluarga Dakwah - Jika kita belum mempunya pasangan hidup alias suami/ istri maka sesuai dengan sunnah Rasullullah SAW posisi tidur yang sangat dianjurkan adalah miring ke kanan. Kita Hendaknya mendahulukan posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan) dan berbantal dengan tangan kanan, tidak mengapa apabila setelahnya berubah posisinya di atas sisi kiri (rusuk kiri sebagai tumpuan). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “ Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Lalu bagaimana jika suami tidur bersama istrinya sesuai sunnah Rasullullah SAW? Dilansir dari laman bersamadakwah.net, Ustazah Ida Nur Laila penulis buku Seri Materi Keakhwatan dalam sebuah Talk Show bertajuk " Meraih Surga Bersama Keluarga" , menjelaskan bagaimana anjuran posisi tidur yang baik bagi pasangan suami istri sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. “ Posisi tidur suami istri yang sesuai sunnah Nabi, suami istri tetap miring ke kanan. Sang istri ada di d...

Hukum Talak Orang yang Hilang Akal

 Keluarga Dakwah - Hukum Talak Orang yang Hilang Akal Karena Mabuk atau Sebab Lainnya Para ulama telah sepakat bahwa orang yang hilang akal selain yang disebabkan oleh mabuk atau yang sebangsanya tidak dapat menjatuhkan talak, kalau toh menjatuhkan talak, maka talaknya tersebut tidak berlaku. Mereka semua sepakat bahwa seorang suami yang menjatuhkan talak pada saat tidur, maka talaknya tidak sah. Sebagaimana telah ditegaskan bahwa Nabi saw bersabda, “(Diangkat pena) tidak dicatatkan amalnya dari tiga golongan, yaitu anak-anak sehingga ia dewasa, orang tidur sehingga ia bangun, dan orang gila sehingga ia sadar.” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Nasa’i, al-Hakim, dan Baihaqi, dan hadits ini derajatnya shahih). Karena talak merupakan suatu hal yang dapat menghilangkan kepemilikan, sehingga diperlukan adanya akal pikiran, sebagaimana halnya dengan jual beli, baik hilangnya akal itu disebabkan oleh gila, pingsan, tidur, minum obat, atau karena dipaksa minum khamer, atau sesuatu yang dapat menghil...

Harta Istri Milik Suami?

Keluarga Dakwah -  Harta Istri Milik Suami? Pertanyaan Begini tadz...saya seorang wanita karir...dan suami saya juga bekerja...dlm perjalanan saya sbg istri ,saya mempunyai gaji sendiri...gaji suami untuk membiayai sebagian rumah tangga, sedang gaji saya untuk membantu rumah tangga sebagian dan sebagian lagi alhamdulillah bisa membeli rumah. pertanyaan saya ...apakah boleh suami mengklaim bahwa rumah tsb milik berdua... kata suami bahwa istri bekerja krn ijin suami... oleh sebab itu gaji yg didapat istri milik suami juga.. apakah betul pendapat suami saya ini?  Apakah saya keterlaluan bila saya mengatakan bahwa rumah tsb milik saya dan saya wasiatkan agar dibagi secara syareat bila saya meninggal? Jawaban Jika seorang istri bekerja, maka gajinya adalah hak si istri, dan suami tidak boleh mengklaim atau meminta uang tersebut dari istrinya secara paksa, kecuali jika istrinya memberikannya secara sukarela dari hatinya yang paling dalam, dalilnya firman Allah : وَاٰ تُوا النِّسَآ...

Tidak Memukul Istri di Wajah dan Tidak Menjelek-jelekkannya

Keluarga Dakwah - Dari Mu’awiyah Al Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ “Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian -atau engkau usahakan-, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak mendiamkannya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud no. 2142. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih). Kenapa tidak boleh memukul wajah istri? Karena wajah adalah bagian tubuh yang paling mulia dan paling terlihat oleh orang lain. Di wajah terdapat anggota lainnya yang mulia dan lembut. Hadits ini merupakan dalil wajibnya menjauhi memukul wajah ketika mend...