Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Pernikahan Sebagai Solusi

Keluarga Dakwah - Islam tidak sembarangan begitu saja mensyariatkan pernikahan. Di dalam pernikahan banyak faedah dan manfaatnya. Selain kelak Allah akan membalasnya di akhirat atas ketaatan terhadap syariat-Nya, Allah juga berikan faedah dan manfaat pernikahan tersebut di kehidupan dunia. Kita sering dihebohkan dengan kasus kenakalan remaja, perzinaan, pelacuran, sex bebas, dan lain sebagainya. Dari kasus-kasus tersebut ternyata Islam telah memberikan solusinya, satu di antaranya adalah membimbing umat manusia untuk menjalin pernikahan seperti yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Sekali lagi, pernikahan yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, bukan asal pernikahan. Di antara tujuan disyariatkannya pernikahan adalah untuk menjadikan diri yang shalih, mendapatkan ketentraman hati, mendewasakan, dan memapankan ekonomi. Bukankah kasus-kasus seperti di atas terjadi karena pelakunya telah kehilangan empat hal tersebut? USAHA MENJADI INSAN SHALIH Orang shalih adalah orang yang dapat men...

Anak Perhiasan Sekaligus Fitnah

  Keluarga Dakwah - Anak Perhiasan Sekaligus Fitnah Anak sebagai perhiasan, Allâh ﷻ berfiman : الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا “ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” [QS al-Kahfi : 46] Dan juga firman-Nya : زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ “ Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan dan anak-anak.” [QS Ali Imrân : 14] Anak sebagai fitnah (ujian) Allâh ﷻ berfirman : إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ “ Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah pahala yang besar.” [QS at-Taghâbûn : 15] Ketika Rasulullâh ﷺ sedang khutbah di atas mimbar, tiba-tiba Hasan dan Husa...

Upaya Memperbaiki Isteri

Keluarga Dakwah - Apabila isteri adalah wanita shalihah maka inilah kenikmatan serta anugerah besar dari Allah Ta'ala. Jika tidak demikian, maka kewajiban kepala rumah tangga adalah mengupayakan perbaikan. Hal itu bisa terjadi karena beberapa keadaan. Misalnya, sejak semula ia memang menikah dengan wanita yang sama sekali tidak memiliki agama, karena laki-laki tersebut dulunya, memang tidak memperdulikan persoalan agama. Atau ia menikahi wanita tersebut dengan harapan kelak ia bisa memperbaikinya, atau karena tekanan keluarganya. Dalam keadaan seperti ini ia harus benar-benar berusaha sepenuhnya sehingga bisa melakukan perbaikan. Suami juga harus memahami dan menghayati benar, bahwa persoalan hidayah (petunjuk) adalah hak Allah. Allah-lah yang memperbaiki. Dan di antara karunia Allah atas hambaNya Zakaria adalah sebagaimana difirmankan: وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ “Dan Kami perbaiki isterinya.” (Al-Anbiya': 90). Perbaikan itu baik berupa perbaikan fisik maupun agama. Ibnu Abbas...

Cinta dan Benci Dalam Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Disebutkan di dalam Shahih Al-Bukhari dari jalan Khalid Al-Hadda’, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas; bahwasanya suami Barirah adalah seorang budak, bernama Mughits, saya melihatnya berjalan dibelakangnya sambil menangis, sampai-sampai air matanya mengalir ke jenggotnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai Abbas, tidakkah engkau merasa heran dengan cintanya Mughits terhadap Barirah dan bencinya Barirah terhadap Mughits.” (Insya Allah akan dipaparkan pada kisah di bawah nanti). .Bismillahirramanirrahim… BARIRAH.. adalah budak milik seorang Anshar dari kabilah bani Hilal. Kemudian ‘Aisyah ra. Membelinya dan dibebaskan. Barirah seorang wanita yang pandai, perawi hadits dan faqihah serta memiliki firasat yang tajam dan tepat. Ia hidup sampai masa kepemimpinan Mu’awiyah radliyallah ‘anhu. MUGHITS.. adalah suami Barirah. Dia seorang budak hitam, maula Abu Ahmad bin Jahsy Al-Asadi. Istrinya, Barirah meminta pisah darinya sesudah dimerdekakan oleh ‘Aisya...

Berbohong Kepada Anak

Keluarga Dakwah - Bisa jadi ada orang tua yang menganggap remeh bahwa boleh atau tidak apa-apa berbohong pada anak, karena menganggap masih kecil dan belum paham, semisal: “Awas jangan nakal ya, nanti digigit setan lho” “Kalau gak mau makan, nanti disuntik pak Dokter lho, mau disuntik gak?” “Kalau pijat ayah, nanti ayah ajak jalan-jalan” (padahal gak ada niat, hanya agar dipijat aja) “Cup cup diam ya, gak usah nangis, nanti ibu belikan maenan besok” (padahal gak ada niat, hanya agar anak diam” Walaupun pada anak kecil, kita tidak boleh berbohong dan berdusta. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻟِﺼَﺒِﻲٍّ ﺗَﻌَﺎﻝَ ﻫَﺎﻙَ ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻄِﻪِ ﻓَﻬِﻲَ ﻛَﺬْﺑَﺔٌ “Barangsiapa yang berkata kepada anak kecil, “Kemarilah, saya akan memberimu sesuatu”, lalu ia tidak memberinya, maka itu adalah sebuah kebohongan.”[HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/452)] Harusnya kita jelaskan dengan jujur dan anak pasti paham, karena anak-anak juga punya kemampuan berpikir bahkan anak-anak terkadang ha...

Cara Islam Mencegah Nusyuz

Keluarga Dakwah - Dalam kehidupan berumah tangga, tentu tidak lepas dari yang namanya ketidaksepahaman. Sebab di dalamnya terdapat dua manusia yang berbeda, mulai dari sisi gender, watak, perilaku, cara berfikir, tingkat emosional, dan sebagainya. Ketidak sepahaman tersebut sangat berpotensi pada terjadinya perselisihan. Bila perselisihan itu semakin menjadi, timbullah ketidak cocokan yang berimbaskan pada pelanggaran terhadap hak atau kewajiban yang masing-masing harus menunaikannya; dalam Islam disebut dengan nusyuz. Untuk menjaga tujuan agung pernikahan, Islam dengan berbagai caranya berupaya mencegah terjadinya nusyuz. Salah satunya adalah, Islam memerintahkan para suami untuk berbuat makruf kepada istri-istrinya, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Dan bergaullah kepada mereka secara makruf (patut).” (QS. An-Nisa’: 19) Kata makruf dalam ayat di atas memiliki makna yang sangat luas dan tidak terpaku pada makna tertentu, sebab yang diinginkan dalam firman Allah tersebut adalah m...

Media Zaman Sekarang

Keluarga Dakwah -  RUMAH TANGGA BAHAGIA #97 Media informasi dan komunikasi modern berdampak besar bagi kehidupan, termasuk suami istri. Selain dampak positif, media juga memiliki dampak negatif dalam kehidupan tumah tangga secara umum, inilah yang mengganggu. Berapa banyak keluarga bercerai berai dan fitnah terjadi disebabkan media informasi dan komunikasi, terutama media sosial. Orang yang cerdas akan memanfaatkan dan menggunakan teknologi komunikasi dan informasi ini dengan baik, yakni untuk melihat yang baik, meninggalkan yang haram dilihat, atau apa saja yang dapat merusak agama dan akhlak, hendaknya mencukupkan diri dengan channel-channel islami, serta mengerahkan keluarga untuk mengunjungi web-web yang baik. Kondisi lapangan lebih membuktikan penggunaan media social yang buruk dapat menambah pertikaian rumah tangga. Banyak kemungkinan pertikaian itu terjadi karena kecanduan teknologi, akhirnya suami istri berpisah atau istri menggugat cerai, karena suami telah kecanduan web-w...

Istri dan Anak Bermasalah Bisa Jadi Karena Suami

Keluarga Dakwah - Suami haruslah memperbanyak intropeksi diri jika ada sesuatu yang terjadi kepada keluarganya. Mungkin suami sebagai penanggung jawab melakukan suatu dosa yang akan berdampak kepada anak dan istrinya Sebagian ulama berkata, إن عصيت الله رأيت ذلك في خلق زوجتي و أهلي و دابتي “Sungguh, ketika bermaksiat kepada Allah, aku mengetahui dampak buruknya ada pada perilaku istriku, keluargaku dan hewan tungganganku.” Karena para wanita jangan terlalu protes dengan hadits bahwa seorang istri harus patuh kepada usaminya dalam hal yang ma’ruf. Karena tanggung jawab suami yang begitu besar terhadap keluarganya. Jika istri dan anak mereka melakukan dosa, maka suami juga akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak. Ingatlah tugas dari seorang suami yaitu menjaga keluarganya dari api neraka. Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ ...

Keringat Pembantu

 RUMAH TANGGA BAHAGIA #96 Menghargai pembantu dan sopir, memenuhi hak mereka, berinteraksi dengan baik, tidak totalitas bergantung dengan mereka, khususnya dalam pendidikan anak, akan banyak meringankan keburukan yang ada, dan dapat menyokong langgengnya keluarga. Pembangu harus orang shalih, berpengalaman, berakhlak baik, supaya keluarga selamat dari keburukan dan menjaga diri dari sifat negatif mereka.  Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya pembatu kalian juga saudara kalian, Allah telah menjadikan mereka di bawah kekuasaan kalian. Siapa yang saudaranya di bawah kekuasaannya, maka hendaklah ia beri makan sebagaimana ia makan, dan memberinya pakaian sebagaimana ia berpakaian. Janganlah kalian bebanin mereka melampaui batas kemampuan, dan jika melampaui maka bantulah mereka. “Pambantu kalian” maksudnya yang mengurus berbagai urusan kalian, mereka memperbaiki dan membantu menyelesaikan keperluan-keperluan kalian.  Anas rodhiyallaahu 'anhu berkat...

Jangan Remehkan Dosa Anak

Keluarga Dakwah - Sulaiman bin Harb berkata: “Aku bersama ayahku, lalu aku mengambil sebatang jerami di salah satu kebun, ayah berkata kepadaku: “Kenapa engkau mengambilnya?”. Aku menjawab: “Toh cuma sebatang jerami.” Ayah berkata: “Apa yang terjadi kalau setiap orang mengambil jerami satu demi satu? Apakah masih tersisa satu batang jerami di kebun?” (Al Wara‘ hal. 14 oleh Imam Ahmad). Kadang orang menganggap sepele perkara yang menurutnya kecil dan biasa saja. Padahal masalah tersebut dalam pandangan orang-orang shalih dianggap perkara besar. Mereka dahulu sangat wara‘ atau berhati-hati khawatir terjerumus pada dosa. Bahaya Meremehkan Dosa Bilal bin Sa’ad berkata: ”Janganlah engkau melihat kepada kecilnya kesalahan, tapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat kedurhakaan”. (Az Zuhd, no. 2275 karya Imam Ahmad). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kemaksiatan yang kecil, sebagaimana rumput yang lemah dapat dianyam menjadi tali yang dapat menarik kapal...

Obat Bagi Manusia

  Keluarga Dakwah - RUMAH TANGGA BAHAGIA #95 Meruqyah diri sendiri, keluarga, dan orang lain termasuk masalah penting yang perlu diperhatikan oleh suami istri. Ruqyah menjadi obat untuk segala penyakit jasmani dan rohani sevaraumum, serta ‘Ain, gangguan setan, dan sihir secara khusus.  Ruqyah adalah satu-satunya jalan untuk mengobati gangguan jin, ‘ain, dan sihir. Seprofesional apapun dokter seluruh dunia tak akan mampu mengobati tiga hal ini dengan obat tradisional mereka, sehebat apapun kemajuan teknologi mereka.  Allah ta’ala berfirman: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا "Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian." (QS. Al-Isra': 82) Jabir bin Abdillah rodhiyallaahu 'anhu berkata,”Seekor kalajengking menyengat salah satu seorang dari kami, tatkala...

Suami Bukanlah Majikan Istri

Keluarga Dakwah - Laki-laki dan perempuan memang tidak sama, tetapi keduanya setara. Allah menegaskan hal ini dalam banyak ayat di Quran. Beberapa di antaranya adalah (QS. An-Nahl [16]: 97), “Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”. Sementara di QS. An Nisa [4]: 124, Allah juga menegaskan narasi yang serupa. “Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” Di banyak tempat lain di al Quran, Allah menyatakan hal yang sama. Allah tidak membeda-bedakan laki-laki dengan perempuan, selama keduanya beriman dan berbuat baik, maka doa dan ibadahnya akan diterima. Lantas bagaimana dengan kedudukan suami dan istri? Is...