Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Menceritakan Masalah Keluarganya

Keluarga Dakwah - Menceritakan Masalah Keluarganya Pertanyaan Bolehkah seorang istri menceritakan masalah yang ada pada keluarganya yang merongrong dirinya kepada suaminya? Sedangkan si istri adalah orang yang pribadinya lemah dan diminta untuk melakukan hal yang tidak diinginkannya. Apakah ini ghibah atau tidak? Jawab: Jika wanita tersebut terzhalimi maka ia boleh menceritakan masalahnya kepada orang yang bisa menolongnya atau orang yang bisa menjauhkannya dari kezhaliman. Allah Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia لا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلا مَنْ ظُلِمَ “Allah tidak menyukai keburukan yang diucapkan dengan terang-terangan kecuali oleh orang yang terzhalimi” (QS. An Nisa: 148) Fatwa Syaikh Muhammad Al Imam Sumber: http://www.sh-emam.com/show_fatawa.php?id=821 JALINAN KELUARGA DAKWAH   ════ ❁✿❁ ════ https://chat.whatsapp.com/8Qhp04CNHnM2FaAK1d8AHr 🌎Website:  www.keluargadakwah.com  📹 Youtube: JKD Channel  💻 FB Keluarga Dakwah...

Manusia dalam Hal Hasad Ada Empat Keadaan

Keluarga Dakwah - Menurut jumhur ulama, hasad adalah berharap hilangnya nikmat Allah pada orang lain. Nikmat ini bisa berupa nikmat harta, kedudukan, ilmu, dan lainnya. Demikian penjelasan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hlm. 368.  Perkataan jumhur ulama di atas diungkapkan oleh Syaikh Musthafa Al-‘Adawi hafizhahullah,  الحَسَدُ هُوَ تَمَنَّى زَوَالَ النِّعْمَةِ عَنْ صَاحِبِهَا  “Hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab, hlm. 720)  Hasad menurut Ibnu Taimiyah adalah,  الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ  “Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 10:111).   Manusia dalam Hal Hasad Ada Empat Keadaan Pertama: Ada yang berusaha menghilangkan nikmat pada orang yang ia hasad. Ia berbuat melampaui batas dengan perkataan at...

Bekerja Adalah Harga Diri Laki-Laki

Keluarga Dakwah - Bagi laki-laki khususnya suami, jangan sampai anda tidak bekerja dan berpangku tangan terus-menerus. “Tetaplah bekerja walaupun tidak punya pekerjaan tetap” Terkadang “Rasa gengsi” dan “tidak mau memulai” itulah yang membuat laki-laki menganggur lama dan tidak bekerja. Jika direnungi sangat banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan harta walaupun sedikit. Paling minimal bisa memberikan makan keluarga. Misalnya Perhatikan hadits berikut, yaitu seorang yang bekerja seadanya mencari kayu di hutan kemudian menjualnya untuk penghidupannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ﻷَﻥْ ﻳَﺄْﺧُﺬَ ﺍََﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍَﺣْﺒُﻠَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻳَﺎْﺗِﻰ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞَ ﻓَﻴَﺎْﺗِﻰَ ﺑِﺤُﺰْﻣَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﻄَﺐٍ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﻬْﺮِﺥِ ﻓَﻴَﺒِﻴْﻌَﻬَﺎ ﻓَﻴَﻜُﻒَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺧَﻴْﺮٌﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍَﻥْ ﻳَﺴْﺄَﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺍَﻋْﻄَﻮْﻩُ ﺍَﻭْ ﻣَﻨَﻌُﻮْﻩُ . “Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa men...

Mengenal Calon Pasangan Tanpa Pacaran

Keluarga Dakwah - Islam tidak membenarkan pacaran, yang dimaknai wikipedia dengan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan. Realitanya pacaran melanggar banyak hukum-hukum syar’i, sedangkan Allah berfirman ; وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Israa’ : 32) Banyak insan-insan yang tertipu setan membela pacaran dengan alasan sebagai sarana mengenal calon pasangan agar nanti dipernikahan bisa langgeng dan bahagia. Sedangkan kita mengetahui pacaran adalah sarana tipu-tipu luar biasa, rayuan gombal yang banyak diantara mereka yang menjalaninya berakhir dengan tragis. Nas alullaha al ‘afiyah Lalu bagaimana cara kita mengetahui calon tersebut baik dalam Islam, sedang kita belum pernah berinteraksi sebelumnya ? Ras...

Wanita Tidak Mau Menyusui sang Anak

Keluarga Dakwah - Dalam hukum syariat, menyusui merupakan kewajiban bagi seorang wanita (ibu). Terdapat ancaman yang sangat keras dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi para ibu yang tidak mau menyusui anaknya tanpa ada udzur (penghalang) yang dibenarkan oleh syariat. Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَّاتُ, قُلْتُ: مَا بَالُ هَؤُلَاءِ؟ قِيلَ: هَؤُلَاءِ اللَّاتِي يَمْنَعْنَ أَوْلَادَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ “Kemudian malaikat mengajakku melanjutkan perjalanan. Tiba-tiba aku melihat wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular. Aku bertanya, “Ada apa dengan mereka?” Malaikat menjawab, “Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan yang dibenarkan, pen.).” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih Ibnu Hibban no. 7491, hadits shahih) Ancaman dalam hadits ini berlaku jika tidak terdapat udzur (alasan) yang dibenarkan secara syariat atau secara medis keti...

Cemburu Jangan Menuduh

Keluarga Dakwah - Cemburu dalam batas yang normal adalah perkara yang wajar. Bahkan cemburu itu perkata yang disyariatkan, bahkan lelaki yang tidak cemburu terhadap istrinya diancam dengan ancaman yang keras. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ أَبَدًا : الدَّيُّوثُ وَالرَّجُلَةُ مِنَ النِّسَاءِ ، وَمُدْمِنُ الْخَمْرِ ) ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا مُدْمِنُ الْخَمْرِ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ ، فَمَا الدَّيُّوثُ ؟ ، قَالَ : ( الَّذِي لَا يُبَالِي مَنْ دَخُلُ عَلَى أَهْلِهِ ) ، قُلْنَا : فَمَا الرَّجُلَةُ مِنْ النِّسَاءِ ؟ قَالَ : ( الَّتِي تَشَبَّهُ بِالرِّجَالِ) . “Ada tiga orang yang tidak masuk surga: ad dayyuts, wanita yang ar rajulah dan pecandu khamr”. Para sahabat bertanya: “wahai Rasulullah, adapun pecandu khamr kami sudah paham maksudnya, lalu apa makna ad dayyuts?”. Nabi bersabda: “yaitu orang yang tidak peduli siapa yang mendatangi anak-istrinya”. Para sahabat bertanya lagi: “Lalu apa wanita yang ar rajulah itu?”. Nabi men...

Renungan Ketika Mencari Istri

Keluarga Dakwah -  Renungan Ketika Mencari Istri Rasulullah ﷺ bersabda, مَنْ تَزَوَّجَ امْرَأَةً بِعِزِّهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ ذُلاًّ وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لِمَالِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ فَقْرًا وَمَنْ تَزَوَّجَهَا لِحَسَبِهَا لَمْ يَزِدْهُ اللهُ إِلاَّ دَنَاءَةً وَمَنْ تَزَوَجَّ امْرَأَةً لَمْ يَتَزَوَّجْهَا إِلاَّ لِيَغُضَّ بَصَرَهُ أَوْ لِيَحْصُنَ فَرْجَهُ أَوْ يَصِلَ رَحِمَهُ بَارَكَ اللهُ لَهُ فِيْهَا وَبَارَكَ لَهَا فِيْهِ “Barangsiapa yang menikahi wanita karena pamornya maka Allah tidak akan menambahkan kepadanya kecuali kehinaan, barangsiapa yang menikahi wanita karena menginginkan hartanya maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kemiskinan, barangsiapa yang menikahi wanita karena kedudukannya maka Allah tidak akan menambah baginya kecuali kerndahan, dan barangsiapa yang menikahi wanita agar bisa menjaga pandangannya atau untuk menjaga kemaluannya atau untuk menyambung silaturrahmi maka Allah akan memberikan barokah baginya pada istrinya dan memberikan ...

Setia & Selalu Ada

Suami meninggalkan keluarga karena udzur, istri tidak berhak menuntut suami untuk segera pulang atau hak melakukan hubungan badan. Ini merupakan pendapat madzhab hambali… Al-Buhuti menjelaskan, ولو سافر الزوج عنها لعذر وحاجةٍ سقط حقها من القسم والوطء وإن طال سفره ، للعذر Ketika suami melakukan safar meninggalkan istrinya karena udzur atau ada hajat, maka hak gilir dan hubungan untuk istri menjadi gugur. Meskipun safarnya lama, karena udzur. (Kasyaf al-Qana’, 5/192). Namun jika istri keberatan, dia berhak untuk mengajukan cerai. Dan suami berhak untuk melepas istrinya, jika dia merasa tindakannya membahayakan istrinya. Allah berfirman, وَلا تُمْسِكُوهُنَّ ضِرَاراً لِتَعْتَدُوا Janganlah kamu pertahankan mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka.. (QS. al-Baqarah: 231). Apalagi meninggalkan keluarga dalam waktu yang lama tanpa udzur. ...... Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma bercerita, Katika malam hari, Umar berkeliling kota. Tiba-tiba beliau mendengar...

Jika Istri Pernah Memiliki Dua Suami

Keluarga Dawkwah -  Jika Istri Pernah Memiliki Dua Suami Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Jika seorang wanita pernah memiliki dua orang suami di dunia, siapa di antara keduanya yang menjadi suaminya di akhirat ? Allah menyebutkan “istri-istri” bagi kaum laki-laki, namun tidak pernah menyebutkan adanya “suami-suami” bagi kaum wanita. Kenapa ? Jawaban: Jawabannya dapat diambil dari keumuman firman Allah Ta’ala. “Artinya : Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” [Fushilat : 31-32] “Artinya : Di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnya” [Az-Zukhruf : 71] Seorang wanita, jika ia termasuk ahli jannah dan belum pernah menikah atau suaminya menjadi ahli naar, maka ketika ia telah masuk surga disanapun terdapat kaum laki-laki yang belum pernah menik...

Kokohkan Bahtera, Karena Lautan Itu Dalam

Keluarga Dakwah  - Sakinah, mawaddah wa rahmah tentu menjadi dambaan semua keluarga. Rumah tangga yang diliputi suasana tenteram, cinta dan kasih sayang sesama anggota keluarga. Tak ada yang terlihat di sana selain pemandangan yang menyejukkan mata. Untuk cita-cita inilah kita pantas berdoa kepada Allah Ta’ala, “Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk pandangan mata (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS al-Furqan 74). Hasan al-Bashri rahimahullah ditanya tentang ini, “Wahai Abu Sa’id, apakah ayat ini berlaku di dunia atau di akhirat?” Beliau menjawab, “Ini berlaku di dunia, yakni ketika suami melihat istri dan anak-anaknya melakukan amal shalih yang menyenangkan hati.” Kokohkan Bahtera Jika di tengah perjalanan bahtera rumah tangga harus berhadapan dengan prahara yang menerpa, itu bukan pertanda kiamat keluarga menjelang tiba. Tapi, ujian yang membuat masing-masing anggota keluarga untuk maki...

Kemiskinan Dalam Keluarga

Keluarga Dakwah - Dalam keterbatasan finansial, percayalah, tidak mudah menjalani hidup di zaman serba materi seperti ini, meski kita tahu, kekayaan tanpa kekuatan iman juga akan menjadi senjata makan tuan yang mencelakakan. Tapi, sukses bagi manusia secara umum adalah gelimang harta, bukan nyamannya hati. Hal yang sering membut kita hanya bisa terdiam sebab sulit memilih kata-kata untuk menjelaskan kebenaran. Tapi bukankah kita memang sedang hidup di dunia? Kesulitan itu muncul karena standar minimal kelayakan hidup, terus meningkat seiring kemajuan materi dan teknologi, hal yang akan semakin menyengsarakan  siapapun yang kekurangan. Sementara di sisi lain, kita hampir tidak bisa hidup sendiri tanpa keterlibatan pihak lain. Dan dalam banyak kasus, hal itu berarti sejumlah materi sebagai gantinya. Sehingga ketiadaan materi jelas membawa kita dalam kondisi serba terbatas. Dan hal itu akan menjadi semakin sulit jika kita berbicara dalam konteks keluarga. Karena keluarga adalah aktifi...

3 Hal Yang Harus Dihindari dalam Pertengkaran Rumah Tangga

Keluarga Dakwah - Ada 3 hal yang wajib dihindari ketika terjadi pertengakaran. Semoga dengan menghindari hal ini, pertengkaran dalam keluarga muslim tidak berujung pada masalah yang lebih parah. Secara umum, aturan ini telah disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Hakim bin Muawiyah Al-Qusyairi, dari ayahnya, bahwa beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kewajiban suami kepada istrinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ، وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ، أَوِ اكْتَسَبْتَ، وَلَا تَضْرِبِ الْوَجْهَ، وَلَا تُقَبِّحْ، وَلَا تَهْجُرْ إِلَّا فِي الْبَيْت “Kamu harus memberi makan kepadanya sesuai yang kamu makan, kamu harus memberi pakaian kepadanya sesuai kemampuanmu memberi pakaian, jangan memukul wajah, jangan kamu menjelekannya, dan jangan kamu melakukan boikot kecuali di rumah.” (HR. Ahmad 20011, Abu Daud 2142 dan dishahihkan Al-Albani). Hadis ini merupakan nasehat Rasulullah sha...

Keluarga Sampai di Surga

Keluarga Dakwah - Semua tentu berharap hubungan ayah anak tak berbatas di kehidupan dunia. Namun hubungan itu kekal hingga di akhirat. “Orang-orang mukmin masuk ke dalam surga dan merasakan kenikmatan. Penghuni surga menikmati segala kelezatan yang diberikan oleh Tuhan mereka. Tuhan mereka menyelamatkan penghuni surga dari adzab nereka Jahim. Para malaikat berkata kepada penghuni surga, “Makanlah dan minumlah dengan senang hati. Ini semua merupakan balasan amal shalih yang kalian lakukan di dunia dahulu. Para penghuni surga duduk bersandar pada dipan-depan yang tertata rapi. Mereka ditemani bidadari yang berkulit putih bersih dan bermata indah. Orang-orang mukmin berada di dalam surga disusul oleh anak keturunan mereka yang beriman. Kami kumpulkan orang-orang mukmin bersama dengan anak keturunan mereka. Kami tidak mengurangi sedikitpun pahal atas amal mereka. Setiap orang mendapatkan pahala sesuai aaml shalih yang dilakukan didunia. Kami karuniakan kepada para penghuni surga buah-buaha...

Bahaya Meremehkan Dosa

Keluarga Dakwah - Bilal bin Sa’ad berkata: ”Janganlah engkau melihat kepada kecilnya kesalahan, tapi lihatlah kepada siapa engkau berbuat kedurhakaan”. (Az Zuhd, no. 2275 karya Imam Ahmad). Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Janganlah sekali-kali kamu meremehkan kemaksiatan yang kecil, sebagaimana rumput yang lemah dapat dianyam menjadi tali yang dapat menarik kapal-kapal” (Badaa’i al-Fawaid, 3/338). Al Qathani rahimahullah berkata: “Janganlah sekali-kali meremehkan dosa-dosa kecil yang dapat menyebabkan banjir” (Nuuniyah Al-Qahthani, 39). Seorang penyair berkata: “Janganlah sekali-kali meremehkan dosa kecil yang kamu candui… Karena garis itu menjadi satu susunan disebabkan titik-titiknya…” (Al-‘Ithr al-Wardi Syarh La Amiyyah Ibni Al-Wardi, 25). Ibnul Mu’taz berkata:“Tinggalkanlah dosa, baik yang kecil maupun yang besar karena itulah arti taqwa dan berbuatlah seperti orang yang berjalan di atas tanah berduri. Sehingga ia berhati-hati tehadap apa yang ia lihat. Janganlah kamu meremehka...

Muhasabah dan Memohon Ampunan-Nya

Merupakan nikmat Allah bila kita melakukan kesalahan kemudian melakukan muhasabah dan memohon ampunan-Nya. Karena, sebagaimana yang dikatakan oleh Yahya bin Mu’adz, ampunan Allah adalah sesuatu yang dicintainya, “Seandainya ampunan bukan termasuk sesuatu yang paling dicintai-Nya niscaya Dia tidak akan menguji makhluk yang paling mulia di sisi-Nya dengan dosa.” . Kalau lah tidak karena cinta-Nya, Allah tidak akan menguji makhluk yang Dia muliakan di hadapan para malaikat-Nya, yaitu Nabi Adam, dengan dosa; memakan buah dari syajarah khuldi, pohon keabadian yang dilarang untuk didekati oleh Adam dan Hawa [Al-Baqarah : 35-37] . Karena kejadian ini, Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga, negeri keabadian, menuju negeri yang penuh ujian dan cobaan. Tetapi dari kesalahan ini juga, kita belajar untuk menghapuskan kesalahan tersebut, yaitu dengan taubat dan istighfar. (Oase Imani) . .  Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi http...

Ingatlah Wahai Suami

Keluarga Dakwah - Ingatlah wahai Suami, ikhlaskanlah setiap tetesan keringatmu karna Allah. عن أبي هُريرةَ ؛ قالَ : بَيْنَا نحنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ، إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا شَابٌّ منَ الثَنِيَّةِ ، فَلَمَّا رَمَيْنَاهُ بِأَبْصَارِنَا ، قُلْنَا : لَوْ أنَّ ذَا الشَّابَّ جَعَلَ نَشَاطَهُ وَشَبَابَهُ وقوَّتَهُ في سَبِيلِ اللَّهِ ، فَسَمِعَ مَقَالَتَنَا رَسُولُ اللَّهِ _ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ _ ؛ فقالَ : ” ومَا سَبِيلُ اللَّهِ إلاَّ منْ قُتِلَ ؟ ، مَنْ سَعَى عَلَى وَالِدَيْهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى عَلَى عِيَالِهِ ؛ فَفِي سَبِيلِ اللَّهِ ، ومَنْ سَعَى مُكَاثِراً ؛ فَفِي سَبِيلِ الشَّيطَانِ ”  Dari abu Hurairah, ia berkata: Pada saat kami bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul di hadapan kami, seorang pemuda dari lembah. Ketika kami terfokus kepadanya, kami berkata, “Semoga pemuda itu menjadikan kerajinannya, kepemudaanya, dan kekuatannya di jalan Allah. Rasulullah mendengar ucapan kami, lalu belidu bersabda: Apakah yang dinilai sy...

Keluarga Para PencintaI lmu

Keluarga Dakwah - Betapa indah keluarga para ulama salaf.  Jika ada orang alim dalam keluarga, ia menjadi pelopor bagi anggota keluarga yang lain untuk maju. Tidak heran, kebanyakan keluarga pada ulama akhirnya dikenal pula kealimannya. Memang, sebagaimana iman, ilmu tidak bisa diwariskan berdasarkan garis keturunan. Imam Ahmad berkata, “Segala puji bagi Allah, dia tidak menjadikan ilmu itu sebagai warisan berdasarkan garis keturunan, andai saja ilmu itu diwariskan, tentu hanya ahli bait Nabi shallahu ‘alaihi wasallam saja yang bisa menjadi ulama. Tapi, hal itu bukan menjadi alasan kita untuk melepaskan tanggung jawab kita untuk mendidik anggota keluarga kita. Para salaf sangat antusias dalam menularkan ilmunya kepada anggota keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka bisa memberi manfaat kepada orang-orang terdekat, juga mampu mengambil manfaat dari orang alim yang dekat dengannya. Sekarang, mari kita lihat, betapa harmonis keluarga para pecinta ilmu. Bapak dan Anak Ngaji Bersam...

Istri Dambaan Suami

Keluarga Dakwah - Fatimah anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami? Tanya sang ayah yang tak lain adalah Rasulullah Muhammad saw. “Tentu saja wahai ayahku!” jawab Fatimah. “Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi’ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu.” Gerangan amal apakah yang dilakukan situ Muthi’ah sehingga Rasululah memujinya sebagai wanita teladan? Maka Fatimah menuju rumah Muthi’ah dengan mengajak serta Hasan putra Fatimah yang masih kecil itu. Begitu gembiranya Muthi’ah mengetahui tamuanya adalah putri Rasulullah. “Wah bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu, Fatimah. Namun maafkan aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu laki-laki di rumah ini. “Ini Hasan putraku sendiri. Ia kan masih anak-anak,” kata Fatimah sambil tersenyum. “Namun sekali lagi maafkanlah aku! Aku tidak ingin mengecewakan suamiku, wahai Fatimah.”...

Dalam Mencari Rezek

  Keluarga Dakwah - Dalam Mencari Rezek Dalam sebuah hadits shahih, “Sesungguhnya malaikat telah meniupkan pada janin agar tidak mati seorang sampai rezekinya habis sempurna. Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki!”  Dalam hadits itu ada hikmah untuk tenang dan bagus dalam mencari rezeki. Di antara makna bagus mencari rezeki adalah tidak menyita semua pikiran, menghabiskan semua waktu dan menyibukkan diri sampai melupakan hak Allah. Dan di antara makna bagus mencari rezeki adalah tidak melupakan hak orang lain, keluarga, orang tua, saudara, tetangga. Juga tidak terjatuh pada perkara yang haram seperti riba, penipuan, berbohong, pemalsuan dan manipulasi. Dr. Yahya bin Ibrahim Al Yahya (@dr_alyahya) . .Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001,...

Karena Wanita Harus Dinasihati

Keluarga Dakwah -  Karena Wanita Harus Dinasihati Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا “Dan berilah nasihat dengan baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk (yang bengkok), dan tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah bagian paling atasnya, jika engkau memaksa untuk meluruskannya engkau akan mematahkannya, namun jika engkau biarkan ia akan tetap bengkok, maka nasihatilah para wanita dengan baik.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Pelajaran dari hadits 1. Kewajiban menasihati wanita dengan metode yang lembut dan tidak membiarkannya dalam kebengkokan. Kesalahan wanita hendaklah diluruskan, namun dengan cara yang baik, tidak dengan cara yang kasar dan keras. 2. Bersikap kasar...

Aurat Wanita

  Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا  Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya (HR. at-Thabrani, at-Tirmidzi & Ibnu Hibbân) .  Donasi Dakwah Keluarga Dakwah : 💳 BSI 711 342 4499 a/n Yayasan Keluarga Dakwah QQ INFAQ 📲 Konfirmasi https://wa.me/6282123053171 =====●●●===== 🏢 Jalinan Keluarga Dakwah 🏡 Alamat : Komplek Balai Dakwah Jakarta, Jln. Malaka Raya No.10, Rt 003, Rw 001, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur (13730)

Ridho Suami atau Ridho Orang Tua

Keluarga Dakwah -  Ridho Suami atau Ridho Orang Tua Pertanyaan Assalamualaikum ustadz. Izin bertanya, bagaimana jika ada seorang istri, yang orangtuanya sakit. Namun oleh suami belum boleh menjenguk karena masih banyak urusan, yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan. Dan sang istri pun faham kondisi suaminya. Namun ibunya malah sakit hati menganggap si anak yang sudah jadi istri tersebut tidak peduli dengannya. Jazakallah Ustadz, Ummu Abdillah di bumi Allah Jawab wa alaikum salam wa rohmatulloh wa barokaatuh. بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، وبعد. pertama, perlu untuk difahami dan disadari bahwa kedudukan bapak-ibu mertua sama dengan bapak-ibu kandung. maka sudah menjadi kewajiban atas anak kandung dan anak menantu untuk berbakti kepada mereka. jangan sampai menimbulkan konflik dengan mereka. kedua, kondisi orang tua (kandung dan atau mertua) juga harus menjadi perhatian utama dalam kehidupan berumah tangga. terlebih lagi jika dalam kondisi sakit ma...

Tak Ada Waktu Untuk Keluarga

Keluarga Dakwah - Assalmuaalaikum, saya seorang ayah muda dengan satu orang istri dan dua orang anak yang masih kecil. Setiap hari saya bekerja dari pagi hingga sore kemudian disambung dengan pekerjaan sambilan yang tak memiliki waktu tetap. Saya selalu pulang malam dan tak jarang pulang dengan membawa setumpuk pekerjaan. Saya merasa tidak punya waktu untuk keluarga. Mohon nasihatnya. Jawab: Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Salah satu masalah besar yang dihadapi banyak orang tua saat ini adalah ketiadaaan waktu untuk mendidik anak. Sebagian mereka mungkin di rumah namun setumpuk pekerjaan memalingkan mereka dari keluarga. Hal ini merupakan celah berbahaya bagi keluarga. Hal ini seringkali berawal dari ketidakpahaman pasangan suami istri atau satu pihak terhadap metode pendidikan anak. Dalam banyak kesempatan suami kesulitan mencari waktu untuk berkumpul dengan semua anggota keluarga untuk mengarahkan, mengajak berbicara, dan mendengarkan pendapat mereka. Bahkan istri sendir...

Qiyamullail, Mahar Bidadari

Keluarga Dakwah - Qiyamullail bukanlah satu-satunya mahar bidadari. Jalan kebaikan menuju jannah beragam bentuknya, dan itu merupakan karunia Allah Ta’ala bagi hamba-hamba-Nya. Terlebih bagi para mujahid fi sabilillah, di mana mereka mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk Allah Ta’ala dengan jannah sebagai imbalannya. Terlampau banyak kisah romantis yang menyebutkan pertemuan calon syahid dengan bidadari. Yang paling fenomenal adalah bidadari yang bernama ‘ainul mardhiyah. Pun, dengan qiyamullail. Ia merupakan mahar bagi peminang bidadari. Inilah senandung para bidadari yang menyindir orang-orang yang bersemangat banci namun merindukan bersanding dengan mereka yang bermata jeli; Apakah kamu meminta bidadari sepertiku Sedangkan kedua matamu tertidur Tidurnya kekasih bagiku hukumnya haram Karena kami diciptakan bagi setiap orang Yang memperbanyak shalat dan shiyam Azhar bin Mughits Rahimahullah berkata, “Suatu malam aku bermimpi bertemu dengan seorang bidadari yang sangat cantik, lalu ...

Sayang tapi Mencelakakan

Keluarga Dakwah - Dalam kehidupan berumah tangga, terkadang kita terlalu berlebihan dalam mengungkapkan kasih sayang. Dalam ungkapan lain, sering kita berlaku sayang tidak pada tempatnya. Ungkapan sayang yang diberikan hanyalah kasih sayang yang semu. Kasih sayang yang tidak berlandaskan ketaatan kepada Allah dan Rosul-Nya. Hal itu nampak tatkala rasa sayang kita kepada istri atau sebaliknya kepada suami atau bisa juga kepada anak menjadi penghalang untuk menunaikan kewajiban dan menjalankan ketaatan. Sebagai contoh dalam hal ini adalah terkadang kita merasa iba dan belas kasihan kepada anggota keluarga untuk dibangunkan di penghujung malam (waktu shubuh) demi menjalankan perintah sholat. Dalam kenyataan lain, ungkapan sayang yang memanjakan terkadang menjadikan diri kita orang yang lebih mencintai anggota keluarga kita dari pada cinta kepada Allah dan Rosul-Nya. Sementara Rosululloh shallalahu ‘alaihi wasallam bersabada berkenaan dengan karakteristik orang yang mendapat kesempurnaan i...

Pilih Aku atau Dia

Keluarga Dakwah -  Aku atau Dia .Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: لا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تَسْأَلُ طَلاقَ أُخْتِها، لِتَسْتَفْرِغَ صَحْفَتَها، فإنَّما لها ما قُدِّرَ لَها “Tidak halal seorang wanita menuntut suaminya untuk menceraikan saudarinya (madunya), untuk mengosongkan piringnya. Karena bagi dia sudah ada rezeki tersendiri yang ditetapkan oleh Allah” (HR. Bukhari no. 5152, Muslim no.1408). Dalam riwayat lain: ولا تَسْأَلُ المَرْأَةُ طَلاقَ أُخْتِها لِتَكْتَفِئَ صَحْفَتَها ولْتَنْكِحْ، فإنَّما لها ما كَتَبَ اللَّهُ لَها “Tidak boleh seorang wanita menuntut seorang suami untuk menceraikan saudarinya (madunya), untuk mencukupi piringnya. Hendaknya ia tetap menikah. Karena sesungguhnya Allah sudah tetapkan rezeki kepadanya” (HR. Muslim no.1408). Termasuk hal memberi syarat kepada calon suaminya untuk menceraikan istri pertamanya Oleh karena itulah, imam Al Bukhari dalam Shahih Al Bukhari membawakan hadits ini dalam bab: باب الشروط ال...