Langsung ke konten utama

Pahala Berbuat Baik Di antara Suami Istri

Pahala Berbuat Baik Di antara Suami Istri
Sahabat Jalinan Keluarga Dakwah (JKD), Setiap rumah tangga pasti mendambakan rumah tangga yang "SAMARA", tapi tak sedikit diantara kita lupa akan tuntunan islam dalam rumah tangga. Namanya juga manusia, selalu di ganggu oleh setan dan hawa nafsunya. yuk,, kita intip Pahala apa dalam Berbuat Baik Di antara Suami Istri?

Dari Abdurrahman bin Auf radhiallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا ، وَصَامَتْ شَهْرَهَا ، وَحَفظتْ فَرْجَهَا ، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا ، قِيْلَ لَهَا ادخُلِي مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ (رواه أحمدظ، 1/191 ، وقال محققو المسند : حسن لغيره . وحسنه الألباني في "صحيح الترغيب" رقم 1932)

“Kalau istri shalat lima waktu, berpuasa bulan (Ramadan), menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga lewat pintu yang dia sukai.” (HR. Ahmad, 1/191, Peneliti Musnad mengomentarai, “Hasan Ligoirihhi.” Dinyatakan hasan oleh Al-Albany dalam kitab Shahih Targib, no. 1932).

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda,

أَلَا أُخبِرُكُم بِرِجَالِكُم فِي الجَنَّةِ ؟ قُلنَا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ . قال : النَّبِيُّ فِي الجَنَّةِ ، وَالصِّدِّيقُ فِي الجَنَّةِ ، وَالرَّجُلُ يَزُورُ أَخَاهُ فِي نَاحِيَةِ المِصرِ لَا يَزُورُهُ إِلاَّ لِلَّهِ فِي الجَنَّةِ ، أَلَا أُخبِرُكُم بِنِسَائِكُم فِي الجَنَّةِ ؟ قُلنَا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ : وَدُودٌ وَلُودٌ إِذَا غَضِبَت أَو أُسِيءَ إِلَيهَا أَو غَضِبَ زَوجُهَا قَالَت : هَذِهِ يَدِي فِي يَدِكَ ، لَا أَكتَحِلُ بِغِمضٍ حَتَّى تَرضَى (رواه الطبراني في "المعجم الأوسط" (2/ 206 ) و قد جاء عن جماعة من الصحابة آخرين ، لذلك حسنه الألباني في السلسلة الصحيحة، رقم 3380) وفي صحيح الترغيب، رقم 1942)

“Apakah kamu semua mau saya beritahukan kaum lelaki di surga?” Kami menjawab, “Ya, Wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Nabi di surga, orang jujur (siddiq) di surga, seseorang yang mengunjungi saudaranya di pelosok kota, tidak ada maksud kecuali karena Allah, dia di surga. Apakah kamu mau saya beritahukan kaum wanita di surga?” Kami menjawab, “Ya, wahai Rasulallah.” Beliau bersabda, “Yang mempunyai sifat kasih sayang, mempunyai banyak keturunan. Ketika dia marah atau disakiti, atau suaminya marah dia mengatakan, “Ini tanganku di tangan anda, saya tidak dapat memejamkan (mata) sampai anda ridha.” (HR. Thabrani dalam kitab ‘Mu’jam Al-Ausath, 2/206). Juga terdapat dari sekelompok shahabat lainnya. Oleh karena itu syekh Al-Albany menghasankannya dalam kitab ‘Shahih Targib, no. 1942 dan Silsilah Shahihah, no. 3380)

Dari Husain bin Muhsin radhiallahu anhu, dari bibinya

أَنَّهَا أَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ ، فَقَضَى لَهَا حَاجَتَهَا ، ثُمَّ قَالَ : أَذَاتُ بَعْلٍ أَنْتِ ؟ قَالَت : نعم. قال : فَكَيْفَ أَنْتِ لَهُ ؟ قَالَتْ : مَا آلُوَهُ إِلا مَا عَجَزْتُ عَنْهُ . قَالَ : فَانْظُرِي كَيْفَ أَنْتِ لَهُ فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ ) رواه أحمد (4/341) وقال محققو المسند : إسناده محتمل للتحسين . وقال المنذري اسناده جيد . وصححه الحاكم في المستدرك والألباني في "صحيح الترغيب" (1933 (6/383(

Bahwa beliau mendatangi Nabi sallallahu alaihi wa sallam dalam suatu keperluan. Kemudian telah selesai keperluannya. Kemudian beliau bertanya, “Apakah engkau punya suami?” Dia menjawab, “Ya.” Beliau bertanya, “Bagaimana engkau dengannya?” Dia menjawab, “Aku tidak menyiakan kecuali apa yang aku tidak mampu.” Beliau bersabda, “Perhatikan sikap anda terhadapnya, karena ia adalah surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad, 4/341, Peneliti Musnad mengatakan, “Sanadnya ada kemungkinan untuk dihasankan. Munziri mengatakan, “Sanadnya baik, dishahihkan oleh Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, (6/383) dan Al-Albany dalam kitab Shahih Targib, no. 1933).

Al-Manawi dalam kitab Faidul Qodir (3/60) mengatakan, “Maksudnya ia sebagai sebab masuknya anda ke surga dengan keridhaannya kepada anda. dan sebab masuknya anda ke neraka karena kemurkaannya kepada anda. Maka berbuat baiklah dalam bergaul dan jangan menyalahi perintahnya yang bukan maksiat.”

Adapun kabar gembira bagi suami yang baik bersama istrinya adalah bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam menyaksikan baginya kesempurnaan iman yang mengharuskan masuk ke dalam surga serta kemuliaan dibanding seluruh manusia. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah sallallahu alaihi wa sallalm bersabda:

أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا ، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا (رواه الترمذي، رقم 1162 وقال حديث حسن صحيح و صححه الألباني في صحيح الترمذي)

Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang terbaik akhlaknya. Dan yang terbaik diantara kamu semua adalah yang terbaik akhlaknya kepada istrinya.” (HR. Tirmizi, no. 1162 dan dia mengatakan hadits Hasan Shahih. Dinyatakan Shahih oleh Al-Albany dalam kitab Shahih Tirmizi. Silahkan lihat jawaban soal no. 43123)

Semoga Allah mengumpulkan kita di syurga-Nya. Aamiin

Wallahu a’lam .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

Sebelum Menyesal Karena Salah Pilih Suami

Urusan jodoh memang urusan Allah, jika sudah ditakdirkan maka kita tak kuasa untuk mengubahnya. Tetapi sebelum kita berjodoh dengan seseorang, kita sama sekali tak tahu siapa jodoh kita. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berusaha mencari jodoh sebaik mungkin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya).” (HR. Muslim no. 2648) Tak sedikit kami mendengar curahan hati para wanita muslimah yang merasa menyesal telah berjodoh dengan suaminya sekarang. Ungkapannya mungkin tidak tegas, tetapi sikapnya mencerminkan hal tersebut. Lelaki yang dulu terlihat sempurna ternyata menyimpan banyak cacat. Lelaki yang dulu diharap menjadi pelindung ternyata menjadi perundung. Sebelum menyesal, teliti terlebih dahulu sebelum menikah. Minta bantuan orang lain untuk menilai dan menyelidiki lelaki yang ingin dinikahi atau lelaki yang pantas dinikahi...

Esensi Tawadhu

Jalinan Keliarga Dakwah - Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan martabat manusia” Hadits tersebut memberi kita dua hal yang mendeskripsikan apa yang disebut sebagai kesombongan. Ketika seseorang memiliki salah satu dari dua hal tersebut, maka dia telah menjadi pribadi yang sombong. Di mana kepribadian tersebut tidak disukai oleh Allah ta'ala. Dalam menerima apa yang diyakini sebagai kebenaran, kita seringkali terfokus pada siapa yang menyampaikan. Sebelum mendengarkan paparannya, kita terlebih dahulu melihat siapa yang berbicara, bagaimana latar belakangnya, apa gelarnya, berapa usianya, dan pertimbangan-pertimbangan subjektif lainnya yang membuat kita “yakin” kepada sang pembicara. Sikap ini tidak sepenuhnya salah, namun seringkali “keyakinan” ini menjerumuskan kita kepada sebuah fanatisme. Di mana kita pada akhirnya berkesimpulan “pokokny...