Langsung ke konten utama

Agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik

Agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik
Keluarga Dakwah - Ada beberapa tips agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik. Kecantikan hakiki adalah kecantikan karena ketakwaan dan ketaatan. Istri Shalehah yang telah Allah anugerahkan kepada kita merupakan perhiasan paling indah di dunia yang Fana ini.

Nabi -صلى الله عليه و سلم- bersabda:

“الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ”

“Dunia ini merupakan perhiasan yang sementara, dan sebaik-sebaik perhiasan dunia adalah Wanita Shalehah” [HR Imam Muslim]

Tips agar Istrimu Selalu Terlihat Cantik

1.Bersyukur kepada Allah atas Nikmat Istri yang telah Allah berikan kepadamu.

“وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ”

“Dan ingatlah , tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. [QS. 14:7]

Betapa banyak lelaki di luar sana yang sampai hari ini belum Allah anugrahkan kepada mereka seorang istri yang mendampingi, menyejukkan, dan membuat mereka tentram dunia ini. Karena yang namanya Nikmat itu sekecil apapun harus di syukuri.

2.Menundukkan pandangan mata dari Wanita lain yang haram di lihat.

Allah Ta’ala berfirman :

“قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما يصنعون(30)وقل للمؤمنات يغضضن من أبصارهن ويحفظن فروجهن”

Artinya :
” Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.
Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya” [QS An-Nur Ayat 30-31].

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“لَا تُتْبِعْ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ”

Artinya :
“janganlah engkau ikutkan pandangan pertama dengan pandangan yang lain (berikutnya), sesungguhnya bagimu pandangan yang pertama tidak pandangan yang lainnya (berikutnya).” [HR Imam Abu Daud dan Imam Tirmizi]

Berkata Al-Imam Ibnul Qoyyim-رحمه الله – :

“والنظر أصل عامة الحوادث التي تصيب الإنسان، فإن النظرة تولد خطرة، ثم تولد الخطرة فكرة، ثم تولد الفكرة شهوة، ثم تولد الشهوة إرادة، ثم تقوى فتصير عزيمة جازمة، فيقع الفعل، ولا بد، ما لم يمنع منه مانع”

Artinya :
“Dan pandangan itu merupakan sumber segala maksiat menimpa seorang insan. Karena dari pandangan akan lahir bisikan jiwa, karena bisikan jiwa lahirnya pikiran, dari sebuah pikiran akan lahirnya Syahwat, kemudian dari syahwat menjadi sebuah keinginan, kemudian keinginan tersebut menguat sehingga menjadi sebuah tekad, dan tatkala sudah menjadi sebuah tekad, Maka pasti dia akan melakukannya selama tidak ada yang menghalanginya.

Berkata Penyair Arab:

كل الحوادث مبداها من النظر,
ومعظم النار من مستصغر الشرر،
كم نظرة بلغت من قلب صاحبها،
كمبلغ السهم بين القوس والوتر .

Artinya:
“Seluruh maksiat itu bersumber dari pandangan, Dan mayoritas penghuni api neraka itu adalah mereka yang suka meremehkan dosa, Sungguh betapa banyak kerusakan di buat oleh pandangan terhadap sebuah hati, sebagaimana kerusakan yang di timbulkan anak panah yang keluar dari busurnya”. [Addaau Waddwa’, karya Ibnu Qoyyim].

Dan sebagian Ulama Menyatakan :

“الصبر عن محارم الله أيسر من الصبر على عذابه”

“Sesungguhnya bersabar menahan diri dari bermaksiat kepada Allah itu lebih ringan daripada bersabar dari ‘azab Allah”

Maka setiap kali engkau memandang yang haram, hendaknya setiap itulah engkau bayangkan akan’ azab api neraka.
Satu hari di dalamnya bagaikan lima puluh ribu tahun di dunia !
Mampu kah engkau menahannya ?.

Sebenarnya suka memandang pandangan yang di haramkan Allah dan Rasul-Nya adalah hanya menyiksa dirinya sendiri.
karena dia tidak akan mampu melampiaskan syahwat nya terhadap setiap apa yang dia pandang.

Oleh karena itu, sebagian Ulama berkata:

“الصبر على غض البصر أيسر من الصبر على ألم ما بعده “

“Sungguh bersabar menahan pandangan itu lebih mudah/ringan daripada bersabar menahan syahwat setelah memandang

3.Mengingat akan kebaikan istri tatkala muncul darinya kekurangan.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ”

Artinya :
“Janganlah seorang Mukmin(suami) membenci wanita Mukminah(istrinya) , jika dia membenci salah satu perangainya, niscaya dia akan ridha dengan perangainya yang lain.” [HR Imam Muslim]

4.Introspeksi kekurangan diri sendiri.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“يبصر أحدكم القذى في عين أخيه، وينسى الجِذْعَ في عينه”

Artinya :
“Terkadang diantara kalian itu bisa melihat kotoran kecil di mata saudaranya, Namun(sangat di sayangkan, pent) dia lupa akan batang pohon di depan matanya(kotoran yg lebih besar di matanya) ”

Berkata Penyair Arab:

Sungguh buruk perangai seorang Insan, lupa akan kekurangannya,
Namun selalu ingat akan kekurangan saudaranya yang tertanam,
Kalaulah ia berakal, tentu tidak akan merendahkan orang lain dengan suatu kekurangan, Sedangkan pada dirinya banyak kekurangan, Andainya ia berpikir, sungguh telah cukup.

Kalaulah kita mau jujur, Maka sungguh kebaikan atau kesempurnaan istri kita itu mungkin lebih banyak dari kekurangan atau kekhilafahannya. Dan andainya seorang suami inshaf dalam menilai dirinya, niscaya dia akan mendapatkan kekurangan dan khilafahannya tidak kalah banyak atau sering ketimbang kekurangan dan kekhilafahan Istrinya.

5.Melihat kepada orang di bawahmu dalam kesempurnaan Istrinya.

Karena Nabi bersabda:

“انظروا إلى من هو أسفل منكم و لا تنظروا إلى من هو فوقكم ذالك أجدر ألا تزدروا نعمة الله عليكم “

Artinya:
” (dalam perkara dunia,pent) Lihatlah kepada yang di bawah kalian, dan janganlah melihat kepada yang di atas kalian, agar kalian tidak merendahkan nikmat Allah atas kalian”.

Kalau engkau mau melihat kepada orang di sekitarmu, maka niscaya engkau akan mendapati lelaki2 yang mungkin lebih sempurna darimu baik dari sisi dunia ataukah agamanya, namun tidaklah istri dia lebih sempurna daripada istrimu.

Wallahu a'lam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wanita Sulit Jodoh? Ternyata Tiga Poin Ini Ditinggalkan

Keluarga Dakwah - Tidak dipungkiri bahwa keadaan masing-masing wanita bisa berbeda dalam masalah jodoh. Ada yang belum juga menginjak usia 20 tahun tapi sudah menikah, ada yang tak lama lulus kuliah kemudian dilamar oleh seorang pemuda, namun ada pula yang hingga kepala 3 tak kunjung datang jodoh yang dinanti. Tentu masalah tersebut tidak lepas dari takdir dan ketetapan Allah. Namun beberapa hal boleh jadi menjadi penyebab mengapa sebagian wanita di zaman sekarang susah jodoh, diantaranya karena ada beberapa poin penting yang ditinggalkan. Pada tulisan ringkas ini, kami bawakan tiga poin yang banyak ditinggalkan di zaman ini. Pertama, menyegerakan menikah Bersegera menikah adalah perintah Nabi bagi para lelaki yang telah mampu lahir dan batin. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk menikah, maka men...

Sebelum Menyesal Karena Salah Pilih Suami

Urusan jodoh memang urusan Allah, jika sudah ditakdirkan maka kita tak kuasa untuk mengubahnya. Tetapi sebelum kita berjodoh dengan seseorang, kita sama sekali tak tahu siapa jodoh kita. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah ikhtiar dan berusaha mencari jodoh sebaik mungkin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, اعْمَلُوا، فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ “Beramallah kalian, karena masing-masing dimudahkan (untuk melakukan sesuatu yang telah ditakdirkan untuknya).” (HR. Muslim no. 2648) Tak sedikit kami mendengar curahan hati para wanita muslimah yang merasa menyesal telah berjodoh dengan suaminya sekarang. Ungkapannya mungkin tidak tegas, tetapi sikapnya mencerminkan hal tersebut. Lelaki yang dulu terlihat sempurna ternyata menyimpan banyak cacat. Lelaki yang dulu diharap menjadi pelindung ternyata menjadi perundung. Sebelum menyesal, teliti terlebih dahulu sebelum menikah. Minta bantuan orang lain untuk menilai dan menyelidiki lelaki yang ingin dinikahi atau lelaki yang pantas dinikahi...

Esensi Tawadhu

Jalinan Keliarga Dakwah - Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan martabat manusia” Hadits tersebut memberi kita dua hal yang mendeskripsikan apa yang disebut sebagai kesombongan. Ketika seseorang memiliki salah satu dari dua hal tersebut, maka dia telah menjadi pribadi yang sombong. Di mana kepribadian tersebut tidak disukai oleh Allah ta'ala. Dalam menerima apa yang diyakini sebagai kebenaran, kita seringkali terfokus pada siapa yang menyampaikan. Sebelum mendengarkan paparannya, kita terlebih dahulu melihat siapa yang berbicara, bagaimana latar belakangnya, apa gelarnya, berapa usianya, dan pertimbangan-pertimbangan subjektif lainnya yang membuat kita “yakin” kepada sang pembicara. Sikap ini tidak sepenuhnya salah, namun seringkali “keyakinan” ini menjerumuskan kita kepada sebuah fanatisme. Di mana kita pada akhirnya berkesimpulan “pokokny...